Menu

Rabu, 25 Juni 2014

FASE PERTUMBUHAN PADI

Fase Pertumbuhan ( PADI ). Uraian fase-fase pertumbuhan padi ini disajikan berdasarkan
informasi/data dan karakteristik IR64, varietas unggul berdaya hasil tinggi, semidwarf (tinggi
sedang), namun secara umum berlaku juga untuk varietas lainnya. Manual acuan ini akan
memudahkan anda untuk :

 Mengenali 3 fase pertumbuhan dasar tanaman padi dan tahapan perkembangan pada
setiap fase.
 Mengidentifikasi tahapan pertumbuhan tanaman padi menurut skala 0-9. Setiap angka
pada skala berkaitan dengan tahapan pertumbuhan spesifik.

 Menerangkan perubahan fisik spesifik dalam pertumbuhan tanaman padi.

TIGA FASE PERTUMBUHAN

Fase Pertumbuhan tanaman padi :
1. Vegetatif (awal pertumbuhan sampai pembentukan malai), Tahap 0 - 3
2. Reproduktif (pembentukan malai sampai pembungaan), Tahap 4,5,6
3. Pematangan (pembungaan sampai gabah matang), Tahap 7,8,9

Vegetative Reproduktive Generative
Perkecambahan Pembentukan Malai Pembungaan Gabah Matang


Di daerah tropis, fase reproduktif 35 hari dan fase pematangan sekitar 30 hari. Perbedaan masa pertumbuhan ditentukan oleh perubahan panjang waktu fase vegetatif. Sebagai contoh, IR64 yang matang dalam 110 hari mempunyai fase vegetatif 45 hari, sedangkan IR8 yang matang dalam 130 hari fase vegetatifnya 65 hari.

TAHAP PERTUMBUHAN 0 – 9
Ketiga fase pertumbuhan terdiri atas 10 tahap yang berbeda. Tahapan tersebut berdasarkan
urutan adalah sebagai berikut :

1. FASE VEGETATIVE : TAHAP 0 - 4

Tahap 0 : Sejak berkecambah sampai muncul ke permukaan :
Benih biasanya dikecambahkan melalui perendaman selama 24 jam dan diinkubasi juga selama 24 jam. Setelah perkecambahan bakal akar dan tunas (the radicle an plumule) menonjol keluar (protude)
menembus kulit gabah (sekam).


Pada hari ke 2 atau ke 3 setelah benih disebar di persemaian,
daun pertama menembus keluar melalui koleoptil. Akhir tahap 0 mempelihatkan daun pertama yang muncul masih melengkung (curied) dan bakal akar memanjang (anelongated radicle)


Tahap 1 : Pertunasan
Tahap pertunasan mulai begitu benih berkecambah sampai dengan sebelum anakan pertama
muncul. Selama tahap ini, akar seminal dan 5 daun terbentuk. Sementara tunas terus tumbuh, dua daun lagi terbentuk. Daun terus berkembang pada kecepatan 1 daun setiap 3-4 hari selama tahap awal pertumbuhan. Kemunculan (adventitious) akar sekunder membentuk sistem perakaran serabut permanen dengan cepat menggantikan radikula dan akar seminal sementara. Bibit umur 18 hari. Bibit mempunyai 5 daun dan sistem perakaran yang berkembang dengan cepat.

Tahap 2 : Pembentukan Anakan
Tahap ini berlangsung sejak muncul anakan pertama sampai pembentukan anakan maksimum
tercapai. Anakan muncul dari tunas aksial (axiallary) pada buku batang dan menggantikan tempat daun serta tumbuh dan berkembang. Bibit menunjukkan posisi dari dua anakan pertama yang mengapit batang utama dan daunnya. Setelah tumbuh anakan pertama, memunculkan anakan sekunder. Ini terjadi pada 30 hari setelah tanam pindah. Tanaman memanjang dan aktif membentuk anaan. Foto dibawah ini, lahan dengan tanaman pada tahap awal pembentukan anakan. Perhatikan ukuran anakan dan perkembangan kanopi dengan meningkatnya perkembangan jumlah daun dan anakan. Selain sejumlah anakan primer dan sekunder, anakan tersier tumbuh dari anakan sekunder seiring pertumbuhan tanaman yang bertambah panjang dan besar. Pada tahap ini, anakan terus bertambah sampai pada titik dimana sukar dipisahkan dari batang  pemanjangan batang.

Tahap 3 : Pemanjangan Batang
Tahapan ini terjadi sebelum pembentukan malai atau terjadi pada tahap akhir pembentukan anakan . Oleh karenanya bisa terjadi tumpang tindih dari tahap 2 dan 3. Anakan terus meningkat dalam jumlah dan tingginya. Periode waktu pertumbuhan berkaitan nyata dengan memanjangnya batang. Batang lebih panjang pada varietas yang jangka waktu pertumbuhannnya lebih panjang. Dalam hal ini,
varietas pada dapat di kategorikan pada 2 grup varietas berumur pendek yang matang lama 105- 120 hari dan varietas umur panjang yang matang dalam 150 hari. Pada varietas umur genjah semidwarf seperti IR64, buku kelima batang, dibawah kedudukan malai, memanjang hanya 2 - 4 cm terlihat kasat mata sebelum pembentukan malai. Anakan maksimum, memanjang batang, dan pembentukan malai terjadi nyaris simultan pada varieas umur genjah (105-120 hari). Pada varietas umur dalam 150 hari, terdapat yang disebut lag periode vegetative dimana anakan maksimum terjadi. Hal ini diikuti oleh memanjangnya batang atau ruas batang (internode), dan akhirnya sampai ke tahap pembentukan Malai.

2. FASE REPRODUCTIVE

Tahap 4 : pembentukan Malai Sampai Bunting :
Pada varietas genjah, malai terlihat berupa kerucut berbulu putih panjang 1.0 – 1,5 mm. Pertama kali muncul pada ruas buku utama (main Culom)
kemudian pada anakan dengan pola tidak teratur. Dapat terlihat dengan membelah batang. Saat malai terus berkembang bulir (spikelets) terilihat dan dapat dibedakan Malai muda meningkat dalam ukuran dan berkembang ke atas di dalam pelepah daun bendera menyebabkan pelepah daun menggembung (bulge). Penggembungan daun bendera in idisebut bunting. Bunting terlihat pertama kali pada ruas batang utama. Pada tahap bunting, ujung daun layu (menjadi tua dan mati) dan anakan non produktif terlihat pada bagian dasar tanaman.

Tahap 5, Keluarnya bunga atau malai
Dikenal sebagai tahap keluar malai. Heading ditandai dengan kemunculan ujung malai dari pelepah daun bendera. Malai terus berkembang sampai keluar seutuhnya dari pelepah daun.

Tahap 6, Pembungaan
Tahap pembungaan dimulai ketika serbuk sari menonjol keluar dari bulir dan terjadi proses pembuahan. Pada pembungaan, kolopak bunga terbuka, antara menyembul keluar dari kelopak bunga (flower glumes) karena pemanjangan stamen dan serbuk sari tumpah (shed).Kelopak bunga kemudian menutup. Serbuk sari (tepung sari-pollen) jatuh ke putik, sehingga terjadi pembuahan. Struktur pistil berbulu dimana tube tepung sari dari serbuk sari yang muncul (bulat, struktur gelap dama ilustrasi ini) akan mengembang ke ovary.  Proses pembungan berlanjut sampai hampir semua spikelet pada malai mekar. Dari kiri ke kanan, gambar ini menunjukkan anthesis atau pembungaan pada ujung dari malai, hari pertama setelah heading; anthesis pada tengah tengah malai, dua hari setelah heading; anthesis pada malai ketiga dari bawah, 3 hari setelah heading. Pembungaan terjadi sehari setelah heading. Pada umumnya, florets (kelopak bunga) membuka pada pagi hari. Semua spikelet pada malai membuka dalam 7 hari. Pada pembungaan, 3-5 daun masih aktif. Anakan pada tanaman padi telah dipisahkan pada saat dimulainya pembungaan dan dikelompokkan ke dalam anakan produktif dan non produktif.

3. FASE PEMASAKAN

Tahap 7 : Gabah Matang Susu
Pada tahab ini gabah mulai terisi dengan bahan serupa susu/larutan putih susu, dapat dikeluarkan dengan menekan/menjepit gabah di antara dua jari. Malai hijau dan mulai merunduk. Palayuan (senescense) pada dasar anakan berlanjut. Daun bendera dan dua daun di bawah tetap hijau.

Tahap 8 : Gabah Matang Adonan (dough rain)
Gabah setengah matang. Pada tahap ini, isi gabah yang menyerupai susu berubah menjadi gumpalan lunak dan akhirnya mengeras. Gabah pada malai mulai menguning. Pelayuan (senescense) dari anakan dan daun di bagian dasar tanaman nampak semakin jelas. Pertanaman terlihat menguning. Seiring menguningnya malai, ujung dua daun terakhir pada setiap anakan mengering.

Tahap 9 : Gabah Matang Penuh
Setiap gabah matang, berkembang penuh, keras dan berwarna kuning.   90-100% dari gabah isi berubah menjadi kuning dan keras. Daun bagian atas mengering dengan cepat (daun dari sebagian
varietas ada yang tetap hijau). Sejumlah daun yang mati terakumulasi pada bagian dasar tanaman.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...